PAREPARE, VOICESULSEL – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum PAM Tirta Karajae Kota Parepare memastikan layanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal meski terjadi penurunan debit air baku akibat musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Manajer Teknik PAM Tirta Karajae, Zainuddin, mengatakan kondisi kemarau yang terpantau berdasarkan prakiraan BMKG melalui BPBD Parepare berdampak pada penurunan produksi air dari sekitar 180 liter per detik menjadi 100 liter per detik.
“Pelayanan kepada pelanggan masih normal. Walaupun produksi air menurun, pasokan dari Sungai Karajae dan 13 sumur dalam masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Zainuddin, Selasa (28/7/2026).
Produksi Menurun, Layanan Tetap Berjalan
Penurunan produksi tersebut disebabkan berkurangnya debit air baku di Sungai Karajae. Meski demikian, PAM Tirta Karajae menyebut distribusi air ke sekitar 27 ribu pelanggan masih dapat terpenuhi.
Sumber air yang digunakan saat ini berasal dari Sungai Karajae dan 13 sumur dalam. Sungai Karajae melayani sekitar 40 persen pelanggan di wilayah kota bagian atas, sementara 60 persen lainnya di wilayah kota bagian bawah dipasok dari sumur dalam.
Langkah Teknis di Lapangan
Untuk menjaga stabilitas layanan, PAM Tirta Karajae melakukan sejumlah langkah teknis, di antaranya pembersihan pipa distribusi dari sedimen dan kerak, penelusuran aliran Sungai Karajae dari hulu hingga hilir, serta pemeliharaan rutin sumur dalam setiap tiga bulan untuk pembersihan mangan.
Selain itu, seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) juga diintegrasikan agar dapat saling menopang jika terjadi gangguan distribusi.
“Debit air sungai sudah menurun cukup signifikan, karena itu kami melakukan pembenahan teknis agar pelayanan tetap optimal,” kata Zainuddin.
Rencana Penguatan dan Layanan Darurat
PAM Tirta Karajae juga menyiapkan penambahan dua sumur dalam baru untuk memperkuat sistem distribusi, khususnya di wilayah yang rawan terdampak penurunan tekanan air.
Sebagai layanan darurat, perusahaan juga menyediakan dua unit mobil tangki air gratis yang akan dikerahkan jika terjadi gangguan distribusi atau kerusakan pompa. Seluruh biaya layanan tersebut ditanggung oleh PAM Tirta Karajae.
“Termasuk air dan transportasi, semuanya ditanggung perusahaan,” ujarnya.
Imbauan Hemat Air
Zainuddin mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau serta menampung air sebagai cadangan, terutama di wilayah dataran tinggi.
“Kami berharap pelanggan dapat menghemat penggunaan air karena produksi pasti berkurang saat kemarau,” katanya.
Komitmen Layanan
Meski menghadapi ancaman kemarau panjang, PAM Tirta Karajae menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Parepare melalui berbagai langkah teknis dan penguatan infrastruktur.(*)