PAREPARE, VOICESULSEL – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon yang terjadi di Kota Parepare dalam sepekan terakhir menuai sorotan dari berbagai pihak. Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Parepare mendesak Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Parepare segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Parepare, Fadli Agus Mante, yang akrab disapa Awink, mengatakan masyarakat mulai kesulitan memperoleh LPG bersubsidi sehingga menimbulkan kepanikan di tengah warga.
“Sudah sekitar satu minggu terakhir terjadi kekurangan pasokan gas. Masyarakat bingung harus mencari gas di mana. Kami mendesak Pertamina untuk tidak berdiam diri, tetapi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). Begitu juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar segera melakukan operasi pasar maupun pengawasan di lapangan,” kata Awink kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kelangkaan LPG 3 kilogram perlu mendapat perhatian serius karena gas bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap distribusi LPG agar tepat sasaran.
“Kami menilai distribusi gas melon ini perlu diawasi. Jangan sampai tidak sejalan dengan data jumlah rumah tangga miskin yang memang berhak menerima LPG bersubsidi,” ujarnya.
Awink juga meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar untuk meredam kepanikan masyarakat sekaligus memastikan stok tersedia di tingkat pangkalan maupun pengecer.
Selain itu, ia menduga kelangkaan LPG di Parepare dipengaruhi meningkatnya kebutuhan di daerah sekitar, termasuk adanya aktivitas panen raya di Kabupaten Sidrap yang berpotensi meningkatkan permintaan.
“Kalau memang itu menjadi penyebab, Pertamina harus mengantisipasi sejak awal agar Parepare tidak mengalami kelangkaan. Jangan hanya bergerak setelah persoalan terjadi. Harus ada langkah-langkah preventif karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat kecil,” tegasnya.
Awink juga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait mengawasi kemungkinan adanya penyalahgunaan LPG bersubsidi.
“Ada dugaan gas melon digunakan untuk kepentingan industri atau praktik pengoplosan. Jika benar terjadi, tentu harus ditindak tegas. Distribusi LPG bersubsidi harus diawasi agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina Patra Niaga maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Parepare belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat.(*)