PAREPARE, VOICESULSEL – Memasuki musim kemarau yang rawan bencana kebakaran, akses jalur pelayanan darurat di Kota Parepare diminta tetap steril dari berbagai hambatan, terutama kendaraan truk yang parkir di badan jalan.
Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin (HBS), menilai Jalan Ganggawa merupakan salah satu jalur strategis yang digunakan kendaraan Dinas Pemadam Kebakaran dan ambulans menuju rumah sakit. Karena itu, keberadaan truk yang parkir, bahkan bermalam di sepanjang ruas jalan tersebut, dinilai dapat menghambat penanganan keadaan darurat.
“Jalan Ganggawa harus steril dari parkir truk, apalagi jika sampai bermalam di lokasi. Ini merupakan jalur pelayanan darurat bagi Dinas Pemadam Kebakaran maupun akses layanan kegawatdaruratan rumah sakit,” ujar HBS, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah karena Indonesia saat ini memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
HBS menjelaskan, fenomena El Nino yang diperkirakan menguat pada Agustus 2026 berpotensi memicu cuaca lebih panas, kekeringan, angin kencang, krisis air, serta meningkatkan risiko kebakaran lahan dan hutan.
“Potensi cuaca ekstrem ini membuat kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran menjadi sangat penting. Karena itu, akses di Jalan Ganggawa harus benar-benar steril, bukan justru dipenuhi truk yang parkir menunggu antrean pengisian BBM,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Parepare, khususnya Dinas Perhubungan, dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Ganggawa demi kelancaran mobilitas kendaraan darurat.
“Kami berharap Dinas Perhubungan bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan dan penertiban sehingga Jalan Ganggawa benar-benar bebas hambatan. Petugas memang sudah mulai turun ke lapangan, tetapi diharapkan penindakannya lebih tegas agar tidak ada lagi truk yang parkir di jalur tersebut,” tandasnya.(*)