PAREPARE, VOICESULSEL – Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memperkuat berbagai strategi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya lulusan baru SMA, SMK, maupun perguruan tinggi. Langkah tersebut dinilai berhasil menekan angka pengangguran terbuka di Kota Parepare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, La Ode Arwa Rahman, mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Parepare berhasil turun dari 5,24 persen pada 2024 menjadi 4,98 persen pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Parepare sebagai daerah dengan penurunan angka pengangguran terbaik ketiga di regional Sulawesi dan mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.
“Struktur ketenagakerjaan Kota Parepare memang berbeda dengan banyak daerah lain. Berdasarkan data BPS, sekitar 78 persen perekonomian kota ini digerakkan oleh sektor jasa dan niaga, dengan UMKM sebagai penyerap tenaga kerja terbesar. Karena itu strategi ketenagakerjaan harus disesuaikan dengan karakteristik ekonomi daerah,” ujar La Ode.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar adalah masih tingginya orientasi lulusan pendidikan pada sektor formal, sementara lapangan kerja yang tersedia di Parepare lebih banyak berada di sektor informal, seperti jasa, UMKM, dan kewirausahaan.
“Rata-rata lulusan kita masih memiliki pola pikir mencari pekerjaan di perusahaan. Padahal kebutuhan pasar kerja di Parepare justru didominasi sektor jasa dan usaha mandiri. Karena itu kami menjalankan program reskilling, yaitu membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan ekonomi Kota Parepare,” jelasnya.
Program tersebut menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Parepare melalui Program Parepare Keren. Tahun ini Disnaker menargetkan melatih 250 peserta. Pekan lalu sebanyak 128 orang telah mengikuti pelatihan, sementara 122 peserta lainnya akan dilatih hingga akhir tahun.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Disnaker menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan melalui tiga Balai Pelatihan Vokasi di Sulawesi Selatan. Hingga saat ini tujuh paket pelatihan telah selesai dilaksanakan dan masih akan ditambah 10 paket pelatihan yang diprioritaskan bagi alumni Parepare Keren 2026.
Selain peningkatan kompetensi, Disnaker juga memperluas kesempatan kerja melalui program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD). Program ini memfasilitasi penempatan tenaga kerja Parepare ke sektor pertambangan di Sulawesi Tengah dan wilayah Luwu.
“Tahun 2024 kami menyelenggarakan pelatihan operator alat berat bekerja sama dengan lembaga pelatihan swasta di Makassar. Alhamdulillah sebagian besar alumninya kini telah bekerja di sektor pertambangan,” katanya.
Peluang kerja ke luar negeri juga terus dimaksimalkan. Pada 2025, Disnaker melatih 32 calon pekerja migran melalui pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebagai persiapan mengikuti skema Specified Skilled Worker (SSW).
“Saat ini beberapa alumni sudah berhasil berangkat dan bekerja di Jepang. Peluang kerja di Jepang maupun Korea masih sangat besar dan akan terus kami dorong,” tambah La Ode.
Di sisi lain, Pemkot Parepare juga memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tahun 2026 sebanyak 1.500 pekerja informal, buruh harian, dan masyarakat miskin ekstrem telah didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan, meningkat dari 1.200 orang pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Fungsional Pengantar Kerja Disnaker Parepare, Yudha, mengatakan pemerintah daerah terus memberikan stimulus peningkatan kompetensi bagi para fresh graduate melalui berbagai pelatihan kerja.
Menurutnya, di tengah efisiensi anggaran, Disnaker berhasil memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan di Pangkep, Makassar, dan Bantaeng untuk menyediakan paket pelatihan bagi warga Parepare sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Selain pelatihan, kami juga mendorong angkatan kerja baru memanfaatkan program pemagangan ke Jepang karena peluang kerjanya sangat besar. Akses pelatihan bahasa Jepang juga semakin mudah karena telah tersedia lembaga pelatihan di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Yudha.
Ia menambahkan, Disnaker juga mengoptimalkan kewajiban perusahaan melaporkan lowongan kerja melalui program Wajib Lapor Lowongan, sehingga informasi kesempatan kerja dapat diakses lebih cepat oleh pencari kerja.
Tak hanya itu, pemerintah daerah mendorong sekolah menengah dan perguruan tinggi membangun kemitraan dengan dunia usaha agar lulusan memiliki pengalaman magang sebelum memasuki dunia kerja.
“Karena Parepare bukan kota industri, kami juga sedang mengupayakan kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Kawasan Industri Makassar dan kawasan industri IMIP Morowali. Kami berharap kerja sama ini segera terwujud sehingga semakin banyak warga Parepare memperoleh kesempatan kerja,” pungkasnya.(*)