PAREPARE, VOICESULSEL – Pengurus Masjid Miftahul Jannah Sao Lapadde, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, kembali menggelar kajian Islam rutin dengan mengangkat tema “Belajar Agama Sepanjang Hayat”, Ahad (26/7/2026).
Kajian menghadirkan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Parepare, Dr. Andi Muhammad Asbar, M.Pd.I, sebagai narasumber.
Kajian tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat, di antaranya mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare Drs. H. Ismail Edy dan H. Anwar Saad, SH, MH, mantan anggota DPRD Parepare H. Tahang Adam, SH, mantan Kabag Kesra Setdako Parepare Dra. Hj. Wahyuni Halik, sejumlah pensiunan kepala sekolah, pejabat aktif maupun purnabakti, Majelis Taklim Masjid Miftahul Jannah, serta jamaah lainnya.
Pengantar kajian disampaikan oleh Dr. Musyarif, M.Ag yang juga bertindak sebagai moderator. Ia mengatakan tema yang diangkat kali ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman jamaah tentang pentingnya terus menuntut ilmu agama hingga akhir hayat.
“Pengurus Masjid Miftahul Jannah kembali melaksanakan kajian dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Tema yang diangkat sangat relevan, yakni kewajiban menuntut ilmu hingga akhir hayat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Andi Muhammad Asbar menjelaskan bahwa menuntut ilmu agama merupakan kewajiban setiap muslim. Ia menguraikan keterkaitan antara ilmu, amal, dan akhlak, adab mengikuti majelis ilmu, serta pentingnya semangat belajar, termasuk bagi mereka yang telah memasuki usia lanjut.
Menurutnya, belajar agama adalah jalan untuk memperoleh kebenaran sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa hukum menuntut ilmu adalah fardu ain, sehingga tidak mengenal batas usia.
“Belajar agama harus dilakukan sepanjang hayat. Masa pensiun justru menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh, menjadikan belajar sebagai aktivitas harian, menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat, serta menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap semangat beribadah dan menuntut ilmu,” jelasnya.
Asbar juga mengingatkan agar umat Islam tidak terlena dengan urusan dunia semata.
“Banyak orang menginginkan saat muda bisa berfoya-foya, saat tua kaya raya, lalu meninggal masuk surga. Jangan sampai justru sebaliknya. Karena itu jangan pernah berhenti belajar, terutama ilmu agama, hingga ajal menjemput. Menuntut ilmu hukumnya fardu ain,” tegasnya.
Pada sesi diskusi, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare H. Anwar Saad, SH, MH menyoroti pentingnya pendidikan karakter yang harus berjalan seiring dengan pendidikan formal.
Menurutnya, tingginya tingkat pendidikan seseorang tidak menjamin lahirnya perilaku yang baik apabila tidak dibarengi dengan pembentukan karakter.
“Belajar formal itu penting, tetapi pendidikan karakter tidak kalah penting. Banyak orang pintar justru menyalahgunakan jabatan dengan melakukan korupsi karena lemahnya karakter dan rasa syukur,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Miftahul Jannah, H. Tahang Adam, SH, menegaskan komitmen pengurus untuk terus melaksanakan kajian rutin setiap dua pekan sekali.
Meski pelaksanaan kali ini sedikit mundur dari jadwal, ia memastikan kegiatan keilmuan tersebut akan terus berlanjut dengan menghadirkan narasumber yang kompeten.
“Kami tetap berkomitmen melaksanakan kajian rutin setiap dua minggu sekali sesuai harapan jamaah. Insya Allah kami akan terus menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi agar jamaah mendapatkan pemahaman agama yang lebih baik dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(*)