Beranda » Proyek Bahu Jalan di Parepare Rusak dalam Setahun, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Proyek Bahu Jalan di Parepare Rusak dalam Setahun, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Kondisi bahu jalan di sekitar Jalan Jenderal Ahmad Yank Parepare yang mulai rusak, padahal usianya baru setahun Kondisi bahu jalan di sekitar Jalan Jenderal Ahmad Yank Parepare yang mulai rusak, padahal usianya baru setahun
Bagikan

PAREPARE — Kondisi bahu jalan penghubung di Kota Parepare menuai sorotan publik. Proyek bahu jalan beton (cor) yang baru dibangun sekitar akhir 2024 itu kini dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik, meski usia pemanfaatannya belum genap dua tahun.

Berdasarkan pantauan tim media pers di lokasi pada Selasa (31/3/2026), kerusakan terlihat pada dua sisi jalan di jalur trans Sulawesi tersebut. Beberapa bagian permukaan beton tampak terkelupas, bahkan agregat (kerikil) sudah terlihat dan berserakan di pinggir jalan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Ruas jalan yang terdampak dilaporkan membentang sepanjang kurang lebih 5 kilometer, mulai dari perempatan Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga kawasan depan Universitas Muhammadiyah Parepare.
Sejumlah warga menyayangkan kerusakan dini tersebut. Mereka menilai proyek ini tidak dikerjakan sesuai standar teknis yang berlaku.

“Baru satu tahun lebih sudah rusak, padahal ini jalan utama. Kami curiga kualitasnya memang tidak sesuai,” ujar Paulus salah seorang warga.

Dugaan sementara, kerusakan disebabkan oleh volume atau komposisi material beton yang tidak memenuhi spesifikasi. Selain itu, faktor drainase dan daya tahan terhadap air hujan juga dinilai kurang diperhitungkan, sehingga mempercepat proses pengikisan permukaan jalan.

Tidak hanya itu, proyek ini juga diduga lemah dalam pengawasan. Minimnya kontrol kualitas saat pelaksanaan pekerjaan disebut-sebut menjadi salah satu penyebab utama cepatnya kerusakan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait pihak kontraktor maupun instansi penanggung jawab proyek tersebut.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memanggil kontraktor pelaksana guna dimintai klarifikasi. Jika terbukti terjadi pelanggaran spesifikasi atau kelalaian, masyarakat mendesak agar dilakukan tindakan tegas, mengingat proyek ini berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan perbaikan segera demi keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Sulawesi Selatan yang padat lalulintas.(*)