PAREPARE — Kegiatan safari shalat subuh berjemaah yang digelar Majelis Syuhada Kota Parepare tetap berlangsung istiqamah pasca Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan perdana usai lebaran ini dipusatkan di Masjid Al Haddad Panroko dan dipadati jemaah hingga ke halaman masjid.
Sejak dini hari, jemaah sudah berdatangan memenuhi saf di dalam masjid. Bahkan, karena kapasitas tidak mencukupi, saf tambahan terpaksa meluber hingga ke sisi luar dan pagar masjid.
Antusiasme ini menunjukkan semangat keistiqamahan jemaah yang tidak surut meski sebelumnya sempat libur selama sepekan dalam rangka hari raya.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Syuro Majelis Syuhada H. Pangerang Rahim, pembina AKBP (Purn) H. Muhabar, serta AKP Muhammad Sukri.
Turut hadir pula Muassis Majelis Syuhada H. Baktiar Syarifuddin, Ketua I’tikaf H. Opu Suharjono Mappe Anwar, serta para pejabat aktif dan pensiunan Pemerintah Kota Parepare.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri para ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Parepare, pengurus majelis taklim, serta jemaah dari luar daerah, termasuk dari Kabupaten Barru.
Bertindak sebagai imam adalah Arifuddin Said, sementara sambutan sekaligus tausiyah singkat disampaikan oleh Ketua DKM Masjid Al Haddad, Ustadz H. Gantarang Tahir.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan tentang keutamaan shalat subuh berjemaah yang memiliki pahala besar, bahkan diibaratkan seperti melaksanakan shalat tahajud sepanjang malam.
“Tidur adalah mati kecil. Alhamdulillah kita diberi kesempatan bangun dan melangkahkan kaki ke masjid. Jangan sia-siakan, karena shalat subuh berjemaah memiliki keutamaan yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap langkah menuju masjid, khususnya di waktu subuh, akan bernilai pahala, menghapus dosa, dan meninggikan derajat seseorang di sisi Allah SWT.
Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada, H. Baktiar Syarifuddin, menyampaikan rasa syukur atas konsistensi jemaah yang terus menjaga semangat ibadah. Ia menilai, jumlah jemaah yang tetap membludak menjadi bukti kuat bahwa kegiatan safari subuh ini telah menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat.
“Alhamdulillah, jemaah tidak goyah. Bahkan semakin semangat, hingga masjid tidak lagi mampu menampung seluruh jemaah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan Majelis Syuhada akan terus mengembangkan berbagai program keumatan guna memperkuat syiar Islam di Kota Parepare.
Kegiatan ditutup dengan silaturahmi antarjemaah yang dipandu langsung oleh pengurus Majelis Syuhada, menambah kehangatan dan kebersamaan dalam suasana pasca lebaran.(*)